• Selamat Datang !


    Admin:

    Abdul Hamdi Mustafa

    (Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro UNP)

    "BLOG INI DIKELOLA SECARA SWADAYA"

    "Bagi pengunjung mohon komentarnya dan jangan lupa isi buku tamu juga ya :) Salam..."

    ========================
    Saudara yang berkenan untuk DONASI demi pengelolaan blog ini, silahkan tranfsfer ke:
    Rekening Bank Nagari (BPD Sumatera Barat)
    21030210447581
    a.n. ABDUL HAMDI MUSTAPA
    ========================

  • Ayat Qur’an

    • orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka (7:51) 1 day ago
  • Info Terkini

    • Orang berakal besar membicarakan ide-ide. Orang berakal sedang membicarakan kejadian-kejadian. Orang berakal kecil membicarakan orang 1 year ago
  • Komentar Terakhir

    Berita Terhangat on Buku Tamu
    Candra on Tugu Perbatasan Sumbar-Riau di…
    Anonymous on Buku Tamu
    Abdul Hamdi Mustapa on Buku Tamu
    Antoni Steven on Buku Tamu
  • Forum Facebook Koto Alam

    Tempat bertukar pikiran dan berbagi informasi seputar Koto Alam

    Tempat bertukar pikiran dan berbagi informasi seputar Koto Alam

  • Penggemar

  • Pengunjung

    free counters HTML hit counter - Quick-counter.net
  • Statistik

    • 68,364 kali kunjungan
  • Pengunjung Online

    Orang
  • Translate to

  • Download mp3 lagu "Koto Alam Nan Deyen Cinto" Klik DISIKO
  • Iklan

    AGEN VIMAX KAPSUL

    www.vimax-asli.id.ai

Pangkalan Koto Baru pernah Menjadi Pelabuhan Utama Minangkabau

Sekitar abad 18 hingga awal abad 20 masehi, Pangkalan Kotobaru merupakan pelabuhan utama Minangkabau bagian timur menuju Selat Malaka. Bahkan mengalahkan pelabuhan Muara Padang.

Hasil perkebunan, hasil tambang dan hasil hutan Minangkabau dikumpulkan di Sarilamak, kini ibukota Kabupaten Limapuluh Kota, kemudian diangkut menggunakan kuda beban ke Pangkalan Kotobaru. Christine Dobbin dalam buku Kebangkitan Islam Dalam Ekonomi Petani Yang Sedang Berubah, Sumatera Tengah, 1784-1847 INIS, Jkt 1992 mencatat bahwa pedagang Pangkalan kemudian menggunakan perahu kajang (perahu berukuran 2 x 20 meter beratap daun palam)  membawa komoditi tersebut melayari Batang Mahat masuk ke Batang Kampar terus ke Taratak Buluh, Kuntu, Lipat Kain, Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras, Pangkalan Kapas, Pangkalan Indarung, Palalawan sampai ke Kuala Kampar di bibir Selat Malaka.

Sebuah jalan melintas hutan alam Pangkalan Kotobaru pada tahun 1903 (Sumber foto: KITLV Leiden)

Hasil hutan dijual kepada pedagang dari Arab, Inggris, Amerika dan Cina atau diteruskan ke Penang dan Melaka, pelabuhan yg dibangun Inggris tahun 1786. Untuk menguasai jalur perdagangan inilah maka penjajah Belanda membangun jalan raya Kelok Sembilan dari Sarilamak ke Pangkalan Kotobaru. Pada tahun 1932, pembangunan jalan diteruskan ke Taratak Buluh dan berlanjut ke Logas dengan mengerahkan tenaga kerja paksa. Itu sebabnya jalan pertama dari Sumatera Barat ke Riau tak langsung ke Pekanbaru melainkan ke Taratak Buluh.

Referensi: HALUAN RIAU 14 FEB 2011 hlm 1, Pesan Lancang Kuning oleh H. Fachrul Rasyid HF


About these ads

6 Tanggapan

  1. allow sobat pa kabar……….

    salam persahabatan dr MENONE

  2. salam pershbatan juga dri kami sobat,,,,,,!!!

  3. Good web, informative, keep improving. Pangkalan as main port Minangkabau. That’s way, lots of businessmen were born in Pangkalan but they live outside this district.

  4. Terimakasih anda telah mengutip tulisan saya tentang Pangkalan Koto Barfu. Saya harap anda dan kita bisa bertemu. Kita bicara tentang Pangkalan masa lalu, hari ini dan jke depan. Hubungi 081276596020

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: