Buru Babi di Koto Alam

Minggu, 24 Juli 2011 di Koto Alam diadakan Buru Babi besar2an. Olahraga buru babi ini merupakan rutinitas yang selalu diadakan di daerah2 Sumatera Barat, yaitu di wilayah2 hutan. Karna Nagari Koto Alam merupakan desa di sekeliling hutan, maka Koto Alam menjadi salah satu tujuan berburu babi. Lagipula memang di hutan2 Koto Alam merupakan populasi babi yang sering merusak tanaman perkebunan warga. Maka sekali 2-3 bulan babi2 tersebut harus diberantas dan dikasih pelajaran agar populasinya tidak meningkat (karna babi ini rajin beranak, ditambah lagi mereka tidak pakai KB, haha). Masyarakat Koto Alam menyebutnya Buru Godang atau Buru Kondik.

Orang2 yg hobi berburu datang dari segala penjuru Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Mereka datang sendiri dengan anjing2 mereka dengan menaiki sepeda motor, atau mereka datang berkelompok2 menaiki mobil pick up. Kebanyakan sih dari daerah Mudiak, Gaduik, dan Taram. Sebenarnya mereka punya perkumpulan khusus, yaitu PORBI Payakumbuh & 50 Kota.

Tidak hanya itu, olahraga buru babi di Koto Alam membuka lapangan ekonomi baik bagi masyarakat dari luar maupun bagi penduduk setempat yang punya kedai. Pedagang yg datang datang bersama rombongan buru babi akan membentangkan tarpel di pinggir2 jalan desa, menjajakan jualan mereka. Apakah itu nasi bungkus, rokok, dan sebagainya. Ada juga yg jualan dengan motor (garendong), seperti penjual cinduh, eskrim, de el el.

Ada juga warga Koto Alam yg ikut berburu babi dengan anjing mereka. Tapi biasanya anjing2 mereka ‘olik’ (kuncun ikuu) dek manengok anjiang2 ughang nan sagodang kobou, wkwkwkwk…

Babi yg berhasil ditangkap akan langsung ‘disuntih’ (dimakan hidup2) oleh anjing2 peburu. Tapi anehnya anjing2 tsb tidak melahapnya sampai habis, tinggallah bangkainya berserakan. Ada juga orang2 Batak yg mengambil beberapa potong daging babi itu utk mereka bawa pulang & dimakan. Iiiii….

Kadang ada hewan lain yg menjadi korban, seperti rusa, kijang, dan kancil. Bahkan hewan2 ternak warga ikut jadi sasaran anjing2 peburu, misalnya kambing, ayam & itik. Tapi siempunya anjing biasanya menggantinya dengan uang.

Setelah buru babi usai, pasti banyak peburu yg kehilangan anjingnya. Ketika berusaha mencarinya tapi tak bersua, mereka pergi saja lagi ke kampungnya (haha..). Esoknya anjing2 itu pasti akan ditemukan oleh warga, lalu dikasih nasi dan ditangkap, menjadilah anjing itu punya mereka. Kalau pemiliknya datang dan minta anjingnya dikembalikan? O… Tidak bisa…, haha… “Bisa kok mas, tapi ganti uang makannya ya mas, hehee…”

Begitulah sekilas tentang buru babi di Koto Alam, yang sebenarnya merupakan kegiatan berpotensi wisata akan tetapi tidak dipandang oleh pemerintah. Padahal jika dikelola dengan baik, pasti akan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar lokasi. Ini foto peburu babi yg saya ambil di depan rumah saya….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s