623 RUMAH TERENDAM BANJIR DI KECAMATAN PANGKALAN KOTO BARU


Jum’at, 28 Januari 2011

Pangkalan– Sebanyak 623 rumah terendam banjir di nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota sejak jam 3.00 wib dinihari Jumat 28/1.

Banjir yang terjadi pada Jumat dinihari itu, akibat hujan yang tidak berhenti sejak rabu kemaren yang mengakibatkan meluapnya batang maek, batang samo dan batang manggilang sehingga merendam 623 rumah masyarakat di tujuh jorong dalam kenagarian Pangkalan .

Camat pangkalan Koto Baru Arwital,S,Sos melaporkan bahwa korban jiwa tidak ada dalam bencana alam banjir ini. Dan Banjir telah mulai susut sejak jam 10.00 WIB siang’ Ujar arwital

Ketinggian air hinga mencapai 1,5 meter merendam rumah warga nagari Pangkalan, ketujuh jorong tersebut masing-masing di jorong Tigo Balai terendam sebanyak 150 rumah, jorong Pasar Usang 200 rumah, jorong Lakuak Godang 121 rumah, jorong Koto Panjang 110 rumah, jorong Pauh Anok 20 rumah, jorong Lubuk Nagao 20 rumah dan jorong Banja Ronah 2 rumah, sehingga lebih kurang 780 KK dan 4655 jiwa terpaksa mengunsi ketempat yang lebih aman dari banjir, ada yang mengunsi kerumah family, dan tenda dari Dinas Sosial Kabupaten Lima Puluh Kota.

Disamping itu, tidak hanya rumah penduduk yang direndam banjir pada dinihari itu, tetapi juga merendam areal persawan masyarakat di nagari Pangkalan seluas 90 Ha dengan kondisi padi umur 3 bulan sampai siap panen.

Sementara Dandim 0306 Kabupaten Lima Puluh Kota Letkol Inf. Isdon Handoyo yang langsung tanggap terhadap bencana untuk membantu masyarakat langsung menurunkan personil TNI yang berjumlah 55 orang. Dan mendirikan dua buah tenda dilokasi bencana.

Kemudian Sekda Lima Puluh Kota Drs. Resman,MPd,MH yang langsung turun kelokasi didampingi anggota DPRD Syamsul Mikar, Kepala Badan Kesbang Pol Drs, Hidayatur Rusyda, Dari Dinas Sosial, Kabag PP dan Kabag Humas, membawa bantuan sementara yang dibagikan untuk masyarakat berupa Supermi, sarden, kecap, selimut, tikar dan terpal

Lebih lanjut Sekda Resman menghimbau kepada masyarakat Lima Puluh Kota yang tinggal dibantaran sungai untuk selalu waspada dengan curah hujan yang cukup tinggi “ ujar Resman.

” kepada masyarakat penguna jalan Raya Sumbar-Riau, dengan intensitas curah hujan tinggi, perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap bahaya bencana longsor yang terdapat 48 titik di jalur Sarilamak-menuju batas Sumbar Riau “ tukuk Resman. (Saiful/Edi.S)

3 Tanggapan

  1. potang ado tentara bacokak jo pareman manggilang, masukkanlah beritanyo kasiko

    Suka

    • bongi ungang ngilang de beko.
      ko kotoalam ajokhusus

      Suka

  2. banjir bilo ko..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: