BUPATI ALIS MARAJO KUNJUNGI MASYARAKAT PANGKALAN PASCA BANJIR


Senin, 31 Januari 2011

Pangkalan-Pasca Bencana Banjir yang melanda Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan Koto Baru Jum’at (28/1) lalu, dimana dari data yang ada di Kantor Camat Pangkalan Koto Baru Jumlah rumah yang terendam 633 rumah dengan jumlah 840 Kepala Keluarga 1.744 jiwa. Sekolah yang ikut terendam 1 buah TK,4 buah Sekolah Dasar dan 1 buah MTsN.

Tokoh Masyarakat S.Dt. Bandaro mengharapkan kepada Bupati Lima Puluh Kota dr. Alis Marajo Dr.Soro Marajo saat berkunjung ke lokasi bencana bertempat di Koto Jajaran jorong III Balai Nagari Pangkalan , minggu (29/1) kemarin, mengatakan

“ Nagari kami Pangkalan setiap musim hujan selalu saja mendapat banjir kliriman, dan apabila hujan saja satu hari di hulu sungai yang bermuara di Kenagarian Pangkalan maka Pangkalan akan mendapat bencana banjir “ ujar Dt. Bandaro.

Ditambahkannya Dt. Bandaro , Sungai yang meluap tersebut adalah Batang Manggilang, Batang Samo yang hulunya dari Koto Alam dan Batang Mahek yang hulunya dari Nagari Mahek .

Sehubungan bencana banjir sudah merupakan langanan rutin setiap musim hujan, maka kami membutuhkan dua buah motor bot atau perahu karet untuk evakuasi korban dan mengatarkan bahan makanan apabila datang banjir terutama naiknya air pada malam hari “ ujar Dt.Bandaro.

Disamping itu diharapkan juga kepada Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota untuk melakukan reklamasi sungai pada pertemuan batang samo dengan batang Manggilang kareana telah mengancam pondasi jembatan pada ruas jalan raya Sumbar- PeKan Baru dan juga membayakan pemukiman warga di Jorong III Balai “ tukuk Dt Bandaro.

Menangapi hal tersebut Bupati Lima Puluh Kota dr. Alis Marajo Dt.Sori Marajo, mengatakan untuk mengkaji kemungkiman reklamasi sungai dengan Dinas terkait dan untuk itu perlu juga kesiapan dan kesediaan serta partisipasi dari masyarakat terhadap lahan yang akan dilakukan penggerukan sungai tersebut “ ujar Alis Marajo.

Ditambahkan Alis Marajo “ kedatangan kami kesini baru sekedar memberikan bantuan awal dan untuk menampung aspirasi masyarakat dan kemudian akan kita salurkankan baik melalui pendanaannya bersumber dari APBD maupun APBN, dan juga dapat dikembangkan melalui partisipasi masyarakat melalui gerakan pembangunan gotong royong (Gerbang Gor)” ujar Alis Marajo

“Gerbang Gor adalah Peraturan Bupati Nomor 1 tahun 2011 dalam upaya untuk mendukung pelaksanaan pelestarian nilai-nilai gotong royong melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, dengan mengikutsertakan seluruh komponen masyarakat dalam pembangunan nagari “ tukuk Alis Marajo.(Saiful)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: