Foto2 PNPM Pangkalan Kotobaru di Koto Alam


Foto ini saya dapat dari om google, hehehe…

Ancak kito tampilkan pulo disiko yo, supayo tau kito pengurus2 PNPM di kecamatan kito ge. Walaupun ko foto la lamo, taun 2009 dulu le… Sewaktu Bapak Irfendi Arbi masih jadi wakil bupati 50 Kota.

 

Peresmian Jalan Baru Jorong Koto Ranah Kenagarian Koto Alam Oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota Bapak Irfendi Arbi dan Camat Kecamatan Pangkalan Koto Baru dan juga Kepala PMN Limapuluh Kota Bapak Jawirianto beserta FasKab,FK/FT, UPK dan Kader-kader

Foto Bersma Bapak Camat Pangkalan Koto Baru bersama FK/FT, UPK, PL, dan Kader-kader, dalam peresmian pembukaan jalan baru di kenagarian Koto Alam

Foto Bersma Bapak Camat Pangkalan Koto Baru bersama FK/FT, UPK, PL, dan Kader-kader, dalam peresmian pembukaan jalan baru di kenagarian Koto Alam

 

 

 

4 Tanggapan

  1. Daun Gambir Untuk Bahan Pengawet

    Kamis, 3 November 2011 – 9:31 WIB
    | More

    BOGOR (Pos Kota) – Semakin meningkatnya penggunaan bahan pengawet sintetis makanan, mendorong IPB mencari solusi lain bahan pengawet alternatif.

    Daun gambir merupakan tanaman perdu yang secara empiris berkhasiat menguatkan gigi, obat diare, sakit gigi, dan obat luka.

    Selain itu, telah diketahui secara ilmiah bahwa ekstrak etanol daun gambir yang termetilasi memiliki aktivitas antioksidan.

    Ekstrak daun gambir dapat berfungsi sebagai biopestisida yang mampu mengendalikan patogen Fusarium sp penyebab penyakit bercak daun tanaman klausena.

    Bukti empiris dan bukti ilmiah tersebut merupakan petunjuk bahwa daun gambir mengandung komponen bioaktif yang berperan sebagai antimikrob. Berdasarkan hal inilah mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian (PKMP) yakni Silvikasari, Nuri Izzatil Wafa, Osy Yostia Utami, Reni Nurhaeni, dan Muhammad Faris meneliti uji efektivitas katekin dari daun gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) sebagai bahan alternatif pengawet tahu di Kabupaten Bogor.

    PKMP ini dibawah dosen pembimbing Dr. Laksmi Ambarsari, MS.

    “Komponen fitokimia terbanyak pada daun gambir ialah flavonoid dengan komponen utamanya katekin sekitar 75 persen. Katekin memiliki sifat antibakteri.Tingginya kandungan flavonoid pada daun gambir mengindikasikan bahwa tanaman gambir diduga memiliki aktivitas sebagai antibakteri,” ujar Silvikasari.

    Adanya aktivitas antibakteri dari flavonoid daun gambir diharapkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab kerusakan bahan pangan khususnya pada tahu seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

    Hal ini kemudian dibuktikan Silvikasari dkk dalam uji pendahuluan yang menunjukkan ekstrak kasar daun gambir dan fraksi aktif flavonoid memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab kerusakan bahan pangan yaitu Staphylococcus aureus dan Eschericia coli.Untuk mendapatkan esktrak daun gambir, Silvi dkk. mengambil sebanyak 50 gram serbuk daun gambir masing-masing diekstraksi dengan empat jenis pelarut yaitu air, metanol, etil asetat, dan kloroform sampai filtrat yang dihasilkan menjadi jernih. (Yopi/b)

    Suka

    • This article (gambir) is adopted from http://www.detiknews.com. Mudahan bermanfaat. Txs. Fakri

      Suka

    • makasih udah share artikelnya disini bang…:D

      Suka

  2. jalan pnpm nan bagambar diateh de kini ge indak ado gunonyo de, la tabuang-buang ajo piti negara. kabanyo sadang disidik de kejaaksaan mungkin ado indikasi penyelewengan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: