Koto Alam sebagai Nagari Penghasil Gambir


Gambir merupakan komoditas tradisional Indonesia yang telah diusahakan semenjak sebelum Perang Dunia I terutama di luar jawa seperti Sumatera barat, Riau, Sumatera Selatan, Aceh, Kalimantan Barat dan Maluku. Gambir adalah sejenis getah yang dikeringkan yang berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan bernama (Uncaria gambir Roxb.).

Di Indonesia gambir pada umumnya digunakan pada menyirih. Kegunaan yang lebih penting adalah sebagai bahan penyamak kulit dan pewarna. Gambir juga mengandung katekin (catechin), suatu bahan alami yang bersifat antioksidan. India mengimpor 68% gambir dari Indonesia, dan menggunakannya sebagai bahan campuran menyirih.

Di Indonesia, 80 % gambir berasal dari Sumatera Barat dan sentra utama gambir 80 % berasal dari Kabupaten Lima Puluh Kota. Dari data yang ada pada Dinas Perkebunan Lima Puluh Kota pada tahun 2010 luas pertanaman gambir 14.682,50 ha dengan produksi 14.601 ton pertahun.

Kecamatan Kapur IX merupakan kecamatan penghasil gambir terluas di Kabupaten Limapuluh Kota, yakni seluas 5.698 ha dengan total produksi 4.986 ton per tahun atau 34 % dari total produksi Kabupaten Limapuluh Kota kemudian diikuti oleh Kecamatan Pangkalan Koto Baru dengan luas pertanaman 3,740.00 ha dengan total produksi 4.378 ton per tahun.

Satu komoditi gambir saja di Lima Puluh Kota beredar uang dalam satu tahun mencapai Rp.365 milyar lebih setengah dari jumlah APBD Lima Puluh Kota, atau artinya beredar uang sebesar Rp.1 milyar setiap harinya untuk satu komoditi gambir. Sebagai contoh pada Kecamatan Kapur IX di hasilkan gambir ± 100 ton perminggu dengan harga berkisar Rp.25.000 sd.Rp.30.000,- artinya uang beredar di Kecamatan Kapur IX Rp. 2,5 milyar sampai dengan 3 milyar setiap minggunya.

Walaupun harga gambir sangat menggiurkan, namun kebanyakan hidup para petani gambir jauh dari kesejahteraan. Contohnya di nagari kito Koto Alam.

Pada saat sekarang harga gambir ditentukan oleh pedagang dan ekportir, petani gambir berada pada posisi nilai tawar yang rendah, dan dari informasi yang kita peroleh harga gambir di luar negeri 5 sampai 10 kali lipat dibandingkan dengan harga gambir di Lima Puluh Kota.

Petani hanya mengetahui bagaimana memproses daun gambir menjadi getah gambir tapi belum memahami apa manfaat dari gambir tersebut.

Kegunaan Gambir

Diketahui, gambir merangsang keluarnya getah empedu sehingga membantu kelancaran proses di perut dan usus. Fungsi lain adalah sebagai campuran obat, seperti sebagai luka bakar, obat sakit kepala, obat diare, obat disentri, obat kumur-kumur, obat sariawan, serta obat sakit kulit (dibalurkan); penyamak kulit; dan bahan pewarna tekstil untuk industri batik “ tukuk Alis Marajo.

Agro teknopark

Ketua PD.Gonjong Limo Amrinaldi alias “Ujang” menyampaikan, bahwa untuk menjawab tantangan kedepan dimana diharapkan Lima Puluh Kota dapat meningkatkan nilai tambah terhadap komoditi gambir telah dikembangkan teknologi pengolahan gambir dalam bentuk “cathecin”. Ujar Amrinaldi

Pabrik pengolahan gambir berlokasi di Nagari Sungai Antuan Kecamatan mungka, merupakan bantuan dari Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia yang tertuang dalam Kesepakatan bersama antar Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia dengan Gubernur Sumatera Barat tentang pengembangan dan Implementasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk peningkatan kemajuan dan daya saing Provinsi Sumatera Barat, 03/M/SKB/III/2007 dan Nomor 070-73-2007 tanggal 27 Maret 2007.

Dan untuk tingkat Kabupaten dituangkan dalam bentuk kerjasama antara Deputi Bidang Pengembangan Sistem Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional Kementerian Negara Risaet dan teknologi dengan pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dengan Provinsi Sumatera Barat tentang Pengembangan Agrotechnopark di Kabupatren Lima Puluh Kota dengan Provinsi Sumatera Barat, Nomor;014.1/M/PK/III/2009 dan Nomor: 030/4/III/Bappeda-LK/2009 tanggal 4 Maret 2009 , ujar Amrinaldi.

Ditambahkan Amrinaldi “ diharapkan kedepan Lima Puluh Kota dapat mengekpor gambir dalam bentuk bubuk atau biscuit sehingga dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani gambir, sekarang ini telah mulai berproduksi yang menandakan telah berfungsinya peralatan dan mesin bantuan Kementerian Riset dan teknologi

9 Tanggapan

  1. menarik…slah satu kndungan gambir yang pling berharga adalah cathecin,,, konon hrga cathecin di luar negeri berkisar 1,5-1,8 jt per kg. bru2 ini lmbaga penilitian gmbir kab.50 kota telah meneliti gambir yang berasal dr halaban, hsilnya dalam 1 kg gambir terdapat 1/5 kg cathecin…artinya, klu dlihat dri data ini sja harga gambir per kg nya rata2 Rp750.000 Itu bru cathecin blum kndungan yg lainnya?????
    so, knp gmbir kt cuma dihargai Rp 11.000??mungkin inikah yg namanya PEMBODOHAN atau apa sbenarnya yg terjadi? konon jg kbrnya merosotnya harga gambir krn ada yang mencampurnya dg bahan2 lain sehingga berakibat bruk terhadap negara yang mengkonsumsi gambir tersebut sperti india.,klu memang ini yg tejadi sungguh ironis… bgi yang mrasa copek2 la bertaubat! jan dipikin diri songhang, untung sesaat..tp pikiinla 5-10 tahun kamuko bgaimano msa depan koto alam umumnya kec pangkalan & kapu IX tanpa gmbir.
    syukur2 pemerintah kab.50 kota kn la brencana ka mambuek mesin pemisah gambir jo cathechin bak kecek hamdi, shingga nantik yg diekspor ka luo nagonghi lnsung cathecin dan harogo gambi bisa naik baliak…tp itu klu lai terwujud..pemerintah awak ge ndak lo tontu aka de..yg jelas mari kito tingkatkan sosialisasi agar mutu gambir yg dihasilkan khususnyo di koto alam hri demi hari semakin elok dan bermutu

    Suka

  2. menarik…slah satu kndungan gambir yang pling berharga adalah cathecin,,, konon hrga cathecin di luar negeri berkisar 1,5-1,8 jt per kg. bru2 ini lmbaga penilitian gmbir kab.50 kota telah meneliti gambir yang berasal dr halaban, hsilnya dalam 1 kg gambir terdapat 1/5 kg cathecin…artinya, klu dlihat dri data ini sja harga gambir per kg nya rata2 Rp750.000 Itu bru cathecin blum kndungan yg lainnya?????
    so, knp gmbir kt cuma dihargai Rp 11.000??mungkin inikah yg namanya PEMBODOHAN atau apa sbenarnya yg terjadi? konon jg kbrnya merosotnya harga gambir krn ada yang mencampurnya dg bahan2 lain sehingga berakibat bruk terhadap negara yang mengkonsumsi gambir tersebut sperti india.,klu memang ini yg tejadi sungguh ironis… bgi yang mrasa copek2 la bertaubat! jan dipikin diri songhang, untung sesaat..tp pikiinla 5-10 tahun kamuko bgaimano msa depan koto alam umumnya kec pangkalan & kapu IX tanpa gmbir.
    syukur2 pemerintah kab.50 kota kn la brencana ka mambuek mesin pemisah gambir jo cathechin bak kecek hamdi, shingga nantik yg diekspor ka luo nagonghi lnsung cathecin dan harogo gambi bisa naik baliak…tp itu klu lai terwujud..pemerintah awak ge ndak lo tontu aka de..yg jelas mari kito tingkatkan sosialisasi agar mutu gambir yg dihasilkan khususnyo di koto alam hri demi hari semakin elok dan bermutu…tanks chavani

    Suka

    • apo le caro kito untuak manaik’in ogo gambi ge???

      Suka

  3. trimo ksih artikel nyo dunsnak, artikel ko, artikel yg sngat brmanfa’at utk, ank2 kuliah yg sdng mlkukan pnelitian,..! wak minta’ bahan ko yo dunsanak saketek buek di jadikan bhan prtimbangan mambuek “Karya Ilmiah Remaja”, mohon dukungannyo dunsanak…!

    trims

    Suka

    • silahkan, mudah2an berhasil sanak…

      Suka

  4. kami sedang mencari gambir untuk kami export..dimana kami bisa temukan pengumpul gambir ya

    Suka

    • datanglah ke desa Koto Alam di kecamatan pangkalan koto baru, kabupaten 50 kota, sumatera barat. disini banyak petani penghasil gambir..

      Suka

  5. Sekedar info. Tahun 2001 saya KKN di Koto Alam. Kemudian skripsi tentang Mangampo, Kehidupan Petani Gambir di Koto Alam tahun 2002. Skripsi SI Ilmu Sejarah, Unand Padang..

    Suka

    • owh, salam kenal bang.
      Mungkin materi2 skripsi abang tentang “Mangampo” bisa dibagi untuk menjadi artikel di blog ini, sehingga bisa menambah informasi bagi masyarakat.
      Kalau abang berminat bisa langsung email ke saya:
      hamdi.elektrounp10@gmail.com
      😀

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: