Wisata 21-23 Maret 2013 di Koto Alam, Saksikan Peristiwa Kulminasi Matahari di Tugu Khatulistiwa Sakido Mura


LIMAPULUH KOTA, SO — Meski tidak segencar daerah lain dalam berpromosi, namun Limapuluh Kota fokus dalam pengembangan destinasi kepariwisataannya.

Di bawah komando Kabid Pariwisata Ali Hasan, ditopang oleh payung Perbup no. 64 tahun 2011 tentang penyelenggaraan kepariwisataan. Layaknya, daerah pemilihan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru telah ditetapkan sebagai wilayah pengembangan pariwisata (WPP) V.

Tugu Sakido Mura di Koto Alam Kecamatan Pangkalan Koto Baru ini akan menjadi saksi penting pengembangan kepariwisataan di Limapuluh Kota. Khusus di 21-23 Maret depan, saat matahari berada di titik kulminasi.

Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Sakido Mura ini saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika m tepat berada di garis khatulistiwa.

Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan “menghilang” beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.

Menurut Ali Hasan, ini akan diperingati dengan khusus sebab Tugu Sakido Mura ini juga dijadikan objek wisata minat khusus yang akan menggaet banyak pelancong dalam dan luar negeri. Makanya, sejak 2013 lalu, tugu ini sudah bersih, rapi dan dicat merah dan putih. Semula, tugu ini berwarna lumut, karena memang lumut dan belukar yang menemaninya.

”Lokasinya strategis, tepat di garis katulistiwa. 200-an siswa SD dan SLTP akan kita libatkan untuk mendengar paparan ilmu bumi terkait peristiwa alam kulminasi matahari ini. Kita pun turut mengundang urang rantau dan seluruh wisatawan domestik dan mancanegera untuk hadir dan menyaksikan peristiwa alam ini,” demikian Ali Hasan dari Kantor Disbudparpora Limapuluh Kota di Tanjung Pati, Senin (11/3).

Kegiatannya sendiri dilakukan di Tugu Sakido mura Koto Alam pada Rabu, 20 Maret. Diprediksi ribuan orang, dari masyarakat lokal, perantau dan wisatawan akan hadir. Tugu yang berada di lintas utama Sumatera ini akan diramaikan oleh kegiatan yang juga dikemas apik oleh Bidang Pariwisata.

Tiga Wisata 

Di Kenagarian Koto Alam ada tiga situs yang dimiliki nagari; Batu Ular, Batu Kuda, dan Tugu Sakido Mura, ditambah Kuburan Rajo di Kenagarian Manggilang. Khusus perihal titik kulminasi matahari ini adalah peristiwa alam dimana benda yang ditancapkan tegak lurus dan disinari oleh matahari tidak akan terlihat bayangannya.

Matahari saat 21-23 Maret mendatang, berada tegak lurus di atas kepala manusia pukul 11.50 dan 21-23 September pukul 11.38 WIB. Hanya lima negara yang dilalui garis katulistiwa yang akan mengalami titik kulminasi ini. Equador, Peru, Colombia dan Brazil serta Indonesia, khusus di Koto Alam saja.

Sebab kekhasan peristiwa alam ini pulalah, akhirnya dijadikan event tahunan di kegiatan ini di Limapuluh Kota. Harapannya, dapat mengundang banyak wisatawan dan mengundang banyak kunjungan ke Limapuluh Kota.

sumber: http://www.sumbaronline.com/berita-14557-undang-wisatawan-sadikomura-tanpa-bayangan-matahari.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: