Bupati: Jadikan Koto Alam Pusat Perhatian Internasional


koto alam sakido mura pusat bumi dunia tugu khatulistiwa equator kulminasi matahari pangkalan koto baru limapuluh kota wisata

KOTO ALAM, SO — Bupati Limapuluh Kota dr. Alis Marajo Dt. Sori Marajo mengajak semua pihak bersinerji menjadikan Koto Alam dengan tugu Sakido Muranya sebagai pusat perhatian dunia internasional karena peristiwa titik kulminasi matahari tidak bisa dilihat di semua negara di dunia.

“Saatnya kita menggencarkan promosi tentang Koto Alam dengan Sakido Muranya,” kata Bupati Alis Marajo saat memberi sambutan dalam acara melihat titik kulminasi matahari di Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kamis (21/3). Sakido Mura adalah sebutan masyarakat setempat untuk tugu khatulistiwa atau equator yang melintasi kenagarian tersebut.

Dikatakan Bupati, kalau sejauh ini bersikukuh menjadikan potang balimau di Pangkalan masuk kalender kepariwisataan nasional, “Koto Alam dengan Sakido Mura serta peristiwa titik kulminasi matahari yang terjadi dua kali dalam setahun, ketersohoronnya sudah sejak lama mampu menembus batas-batas teritorial negara,” katanya.

Merujuk ilmu bumi, matahari pada saat 21-23 Maret setiap tahun berada tegak lurus di atas kepala manusia pukul 11.50 dan 21-23 September pukul 11.38 WIB. Hanya lima negara yang dilalui garis katulistiwa yang akan mengalami titik kulminasi ini, yaitu Equador, Peru, Colombia dan Brazil serta Indonesia, khusus di Koto Alam.

Masalahnya tinggal lagi bagaimana mengelola objek wisata itu dengan baik sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi banyak orang untuk mengunjunginya. “Kalau cuma melihat batu bulat (bangunan tugu khatulistiwa  itu berbentuk bola ukuran besar –Red) saja, tentu tak banyak artinya,” kata Bupati. Makanya perlu dikembangkan lagi agar memiliki daya tarik tersendiri.

Keberadaan Sakido Mura, menurut Bupati, juga diuntungkan oleh letaknya yang berada pas di sisi ruas jalan negara Sumbar-Riau yang terkenal padat arus lalu-lintasnya. “Saya yakin, kalau kelak tugu atau kawasan sekitarnya dipoles sedemikian rupa, bukan tidak mungkin Sakido Mura akan menjadi andalan sektor kepariwisataan di daerah ini,” sebutnya.

Bupati juga mengingatkan, karena tugu berlokasi di sisi ruas jalan provinsi Sumbar-Riau, dan bangunan tugu berdiri di atas tanah ulayat masyarakat setempat; makanya perlu sinerjitas dengan semua pihak terkait untuk menjadikan bangunan tugu sebagai benda yang mampu memberi nilai tambah berarti bagi kepentingan yang lebih luas.

Sedang Ramai

Pada Kamis siang itu, tugu khatulistiwa di Koto Alam itu memang sedang ramai dikunjungi. Pemkab Limapuluh Kota melalui dinas terkait sedang menggelar gawe, yaitu menyaksikan titik kulminasi matahari. Yakni fenomena alam ketika matahari  tepat berada di garis khatulistiwa sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di permukaan bumi.

Hadir dalam kegiatan itu Bupati Limapuluh Kota dr. Alis Marajo Dt. Sori Marajo bersama kepala sejumlah SKPD.diantaranya Kadis Budparpora Zulhikmi, Kadis Koperindag Yunire Yunirman,Kadis Perikanan Refilza, Kadis Nakkeswan Priyadi Budiman, Kadis Tanhortibun Afrizul, Kepala Lingkungan Hidup Deswan Putra, Kakan Perpustakaan,Arsip dan Dokumentasi Indra Mulyadi, Kakesbang Pol Syahrial Amri, Kadis Perhubungan dan Kominfo Rasdison  dan Kabag Humas dan Protokol Muhamad S.

Ada penampilan tarian tradisional dan baca puisi  di sana. Juga ada sambutan dari sejumlah pejabat. Mereka sama-sama menunggu pukul 12.04 WIB, yaitu saat terjadinya peristiwa yang disebut dengan titik kulminasi itu.

Ali Hasan, Kabid Pariwisata di Disparbudpora  Limapuluh Kota, mengatakan peristiwa alam itu sengaja diperingati dengan khusus, sebab Tugu Sadiko Mura –begitu masyarakat setempat menamainya– ini juga dijadikan sebagai objek wisata minat khusus yang diharapkan akan menggaet banyak pelancong dalam dan luar negeri berkunjung ke sana.

sumber: http://sumbaronline.com/berita-14698-bupati-jadikan-koto-alam-pusat-perhatian-internasional.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: