Sakido Mura Membeludak, Nagari Kotoalam jadi Tujuan Wisata Khusus


Penampilan siswa SD membacakan puisi pada peringatan titik kulminasi matahari di Koto Alam

Limapuluh Kota, Padek—Kul­minasi matahari kembali terjadi  terjadi di Sakido Mura atau Perkampungan Khatulis­tiwa, Nagari Kotoalam, Kecama­tan Pangkalan Koto Baru, Kabu­paten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Kali ini, kulminasi matahari atau fenomena alam ketika mata­hari tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di per­mu­kaan bumi, terjadi Senin (21/3) sekitar pukul 11.38 WIB.

Fenomena alam yang hanya terjadi dua kali dalam setahun ini, mendapat perhatian dari masya­rakat setempat. Buktinya, sejak pagi hari, masyarakat Kotoalam sudah berbondong-bondong ke Tugu Khatulistiwa yang berada persis di pinggir Jalan Sumbar-Riau.

Saat detik-detik kulminasi matahari terjadi, antusiasme masyarakat Kotoalam untuk mendatangi tugu berbentuk bulat telur warisan penjajahan Jepang atau mereka sebut dengan Batu Tolu Gajah (Batu Telur Gajah) tersebut, semakin tinggi.

Apalagi Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahra­ga Kabupaten Limapuluh Kota ikut menabuh acara di tugu terse­but, dengan menampilkan seni-budaya anak nagari, termasuk pembacaan puisi Sakido Mura oleh pelajar SD dan SMP.

Acara yang digagas Kabid Pariwisata Limapuluh Kota Ali Hasan itu juga dihadiri Bupati Alis Marajo, Staf Ahli Bupati Sevina Rozalen, Kepala Badan Lingkungan Hidup Deswan Put­ra, Kadisnak Priyadi Budiman, Kadis Koperindag Yunire Yunir­man, Kadishub Rasdison, Kabag Humas M Siebert, dan Sekretaris Distan Aprizul Nazar.

Alis Marajo dalam kesem­patan itu mengajak masyarakat Kotoalam bersyukur karana na­ga­ri mereka dilalui garis khatu­listiwa. Sehingga dua kali dalam setahun, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, masyarakat bisa menyaksikan fenomena alam berupa kulminasi matahari.

“Tidak banyak negeri di muka bumi yang dilalui garis khatu­listiwa, seperti Kotoalam. Di Indonesia, hanya ada Pontianak di Kalimantan Barat dan Bonjol di Pasaman. Untuk itu, Pemkab Limapuluh Kota sudah lama menjadikan Sakido Mura Koto­a­lam, sebagai objek wisata,” kata bupati pilihan rakyat itu.

Ke depan, sebut Alis Marajo, Kotoalam sebagai Sakido Mura tentu perlu dikemas dan dipro­mo­sikan lebih baik lagi. Paling pen­ting, fenomena alam yang terjadi di Kotoalam, harus terus disampaikan kepada anak didik, dalam mata pelajaran geografi di sekolah-sekolah.

Wali Nagari Kotoalam Aidil Harun Datuak Paduko Rajo me­ngap­resiasi kepedulian Pemkab Limapuluh Kota, terutama Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olahraga yang mulai menggelar kegiatan di Tugu Sakido Mura, saaat terjadi kulminasi matahari.

Dia berharap, keberadaan Kotoalam sebagai Sakido Mura atau Perkampungan Khatulistiwa yang sudah diakui sejak zaman penjajahan Jepang, menjadi catatan tersendiri bagi pemkab dan DPRD, dalam membangun kampung tersebut. “Kami berha­rap, Kotoalam, terus mendapat perhatian,” kata Aidil Harun kepada Padang Ekspres.

Sementara itu, Kabid Pari­wisata Limapuluh Ali Hasan, mengaku bersyukur dengan ting­ginya animo masyarakat Kotoa­lam, untuk menyaksikan kulmi­nasi matahari dan merawat Tugu Sakido Mura. “Ini menjadi modal berharga,  untuk menopang Ko­to­alam sebagai daerah tujuan wi­sata minat khusus,” ujarnya.

Disisi lain, Ali Hasan juga me­nyebut, Disbudaparpora Limapu­luh Kota sengaja menggelar acara saat kulminasi matahari di Saki­do Mura Kotoalam, untuk menja­ga eksistensi nilai-nilai peristiwa alam sebagai daya tarik dalam pengembangan wisata daerah.

“Kegiatan ini juga kita gelar dalam meningkatkan  kompeten­si siswa dalam ilmu bumi atau geo­grafi, sekaligus mewujudkan sakidomura sebagai obyek wisa­ta,” ujarnya. (frv/fdl)

sumber: http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=41785

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: