Menumpang Tanam Pisang di Ladang Masyarakat


Berkesempatan bersilaturahmi kerumah Erdison A.md di jorong Koto Tongah Nagari Kota ALam, Kec. Pangkalan Kab. 50 Kota. Silaturrahmi yang dirancang dalam prgram safari ramadhan dari pelaku pertanian organik dan memperluas jaringan organik di setiap nagari di Kab. 50 Kota. Erdison A.md adalah anak nagari Koto Alam yang berkesempatan menyelesaikan DIII di Politani Unand di Tanjung Pati Payakumbuh.

Aktif selama kuliah di Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Payakumbuh membawa dirinya menjadi Ketua Umum Periode 2011-2013. Setelah menamatkan kuliah dan menyelesaikan amanah organisasi ia mengabdikan diri untuk masyarakat. Pengabdian ini berdasarkan kemampuan akademis pertanian dan juga kemampuan mengorganisir yang terasah kala aktif di HMI Cab. Payakumbuh.

Untuk sampai ke Nagari Koto Alam mesti melewati kelok sembilan nan eksotis, saat ini sedang dibangun jembatan layang untuk memudahkan mobilasassi hasil bumi ranah minang ke pekanbaru dan sekitarnya. Pemandangan indah ini tidak sempat untuk diabadikan, karena mesti berkejar dengan buka puasa yang direncanakan dirumah Erdison.

Berbincang tengan realitas masyarakat dan juga hal hal yang menarik terjadi ditengah masyarakat menghantarkan ide sederhana dari Erdison untuk membantu pembangunan mesjid. Masjid dengan nama Miftahul Ulum dalam tahap penyelesaian dan sedang menyelesaikan hutang.

Hampir selama ini pengurus berkomitmen untuk membangun mesjid yang layak dan representatif untuk melaksanakan kegiatan keagamaan dan sosial. Pada kesempatan ramadhan kali ini ide menanam pisang di kebun masyarakat bergulir indah di kala pengajian sesudah sholat isya menjelang tarawih.

Ide yang telah dimulai dari sosialisasi orang perorang kemudian disampaikan ke masyarakat oleh Ustad (sebutan penghargaan masyarakat bagi penyampai ceramah ramadhan) bergulir dan diaminkan oleh jamaah. Pisang adalah tanaman masyarakat yang berada di kebun masing-masing. Masjid menumpang menanam pisang di kebun masyarakat 1 batang per Kepala Keluarga. Setiap pisang berbuah menjadi dana bagi pembangunan masjid dan juga Taman Pendidikan Alqur’an.

Jika harga satu tandan pisang Rp. 30.000,- dan KK yang bersedia ada 200 orang, maka setiap 4 bulan sekali masjid mendapatkan dana Rp. 6.000.000,-. Pisang adalah tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang. Masyarakat juga ikut terbantu dengan keberadaan pisang untuk masjid. Dimana masyarakat juga belajar tentang budidaya pisang dan perawatan pisang untuk penambah pendapatan masyarakat.

Berbagai jenis pisang akan dibudidayakan, terutama yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Hal ini mengacu pada riset pasar dan kebutuhan masyarakat. Pisang direncanakan panen maksimal 2 kali dalam sebulan tahun 2014. Sesudah ramadhan akan focus penanaman di ladang masyarakat oleh Erdison dan kawan-kawan pemuda Jorong Koto Tangah Nagari Koto Alam.

Ide sederhana yang mampu menjadikan masyarakat memanfaatkan ruang kebun dengan tanaman produktif dan ikut berperan menyelesaikan pembangunan masjid. Sekali tanam banyak manfaat yang lahir seperti pisang sekali tanam bila berbuah puluhan sisir pisang yang bisa dinikmati dan penuh dengan gizi berguna bagi kita.

 

 

sumber:

http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2013/07/14/menumpang-tanam-pisang-di-ladang-masyarakat-573404.html

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: