Iklan
  • Selamat Datang !


    Admin:

    Abdul Hamdi Mustafa

    (Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro UNP)

    "BLOG INI DIKELOLA SECARA SWADAYA"

    "Bagi pengunjung mohon komentarnya dan jangan lupa isi buku tamu juga ya :) Salam..."

  • Ayat Qur’an

  • Info Terkini

  • Komentar Terakhir

    Anto di Lagu Minang Dyadara – Sa…
    Anto di Foto Kelok Sembilan dari …
    Adonpl di Profil Nagari
    Anonim di Kirim Tulisan
    putra hulu aia di Foto-foto Keindahan Pemandanga…
  • Forum Facebook Koto Alam

    Tempat bertukar pikiran dan berbagi informasi seputar Koto Alam

    Tempat bertukar pikiran dan berbagi informasi seputar Koto Alam

  • Penggemar

  • Pengunjung

    free counters
  • Statistik

    • 104,541 kali kunjungan
  • Pengunjung Online

    Orang
  • Translate to

  • Follow Koto Alam – Sakido Mura on WordPress.com

Cerita Seorang Turis saat Melintasi Koto Alam


Namanya Jill Sherlock, negara asalnya tidak dicantumkan, ia hobi berkeliling dunia. Jill juga pernah melancong ke Pulau Sumatera. Pengalamannya mengelilingi dunia ia ceritakan dalam blog pribadinya (http://sherlocktales.blogspot.com). Dalam salah satu tulisannya berjudul New Zealand and Indonesia : Fallen fruit Jill menceritakan pengalaman sewaktu ia mengunjungi Sumatera pada tahun 2013. Pada sebuah paragraf Jill menceritakan perjalanannya ketika melintasi garis nol derajat dengan sepedanya. Jill juga mengambil foto tugu khatulistiwa Sakido Mura Koto Alam. Berikut ini cerita Jill,

I’d crossed the Equator that day in Sumatra as I snaked my way up the 900m pass. I’d studied pedantically my GPS, I had to find the exact point of the equator, even retracing the last few metres until my geographical co-ordinates fetish was entirely satisfied as I watched my SATMAP Active change from N000.00009 to S000.00006.  Marvellous I thought then I looked up from my handlebars and saw a globe marking the spot on the side of the road, entirely unexpected in this untouristed hillside village. This concrete structure had adhered to all the architectural  rules of Sumatra: stained, crumbling and graffitied. They’d even ensured that the concrete surrounding wall  had been ceremoniously knocked down by a wayward truck. 

Jill Sherlock sumatra equator

Tugu khatulistiwa Koto Alam yang difoto Jill Sherlock

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: