Koto Alam adalah sebuah Nagari (desa) yang terletak di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, dengan luas wilayah 42,75 km2. Merupakan salah satu daerah yang dilalui oleh garis khalulistiwa, dimana di Koto Alam terdapat sebuah Tugu Ekuator yang dibangun oleh Belanda/Jepang pada zaman penjajahan. Penjajah Jepang menamakan Koto Alam dengan Sakido Mura (kampung khatulistiwa).
Setiap tahunnya pada tanggal 21-23 Maret dan tanggal 21-23 September, khususnya pada tengah hari (-+pkl.12-13), di Koto Alam terjadi suatu fenomena alam, benda-benda di sekitar Tugu Khatulistiwa itu tidak akan memantulkan bayangan, karena terjadi peristiwa KULMINASI, yaitu matahari berada tepat di atas Tugu Khatulistiwa.

Tugu khatulistiwa di Koto Alam
Bukit Gadih di Koto Alam (1330 mdpl) merupakan daerah tertinggi di Kecamatan Pangkalan Koto Baru.
Jarak Koto Alam dari Kota Payakumbuh adalah sekitar 27 km menuju arah Pekanbaru melewati Jalan Lintas Sumbar-Riau. Yaitu setelah Nagari Hulu Air. Tepatnya di sebuah lembah yang dikelilingi perbukitan disisi sebelah kiri jalan.

Lembah Koto Alam
Sebelah utara berbatasan dengan Jorong Lubuk Jantan, Kenangarian Manggilang. Sebelah selatan berbatasan dengan Nagari Hulu Air, kecamatan Harau. Sebelah barat dengan perbukitan, dan sebelah timur juga dengan perbukitan.
Di Koto Alam terdapat empat buah Jorong (dusun). Yaitu: Jorong Simpang Tigo, Jorong Polong Duo, Jorong Koto Tongah, dan Jorong Koto Ronah. Masing-masing jorong dikepalai oleh Wali Jorong.
Di Jorong Simpang Tigo terdapat kantor Wali Nagari, sebuah Puskesmas, sebuah Masjid Raya, sebuah musholla TPA, sebuah surau suluk, sebuah pasar tradisional yang diadakan setiap Jum’at, sebuah sekolah dasar SDN 01 Koto Alam, dan sebuah TK.

kantor wali nagari koto alam
Di Jorong Polong Duo terdapat Tugu Khatulistiwa berbentuk bola bumi, dimana pengendara jalan sering singgah disini, sebuah musholla TPA, dan sebuah musholla musafir.

Tugu Khatulistiwa
Di Jorong Koto Tongah terdapat gelanggang bola Boncah Kubang, SMPN 5 Pangkalan, TK, sebuah Masjid Miftahul ‘Ulum, dua musholla TPA, dan SDN 02 Koto Alam.

smp 5 pangkalan
Di Jorong Koto Ronah terdapat SDN 03 Koto Alam, sebuah Masjid Mujahiddin, sebuah musholla TPA, sebuah surau suluk, sebuah batu legenda mirip kepala ular raksasa sepanjang delapan meter, dan Batang Air Koto Lamo yang merupakan tempat mandi dan rekreasi masyarakat dari luar dan dalam.

masjid mujahiddin

batu ular
Terdapat dua sungai di Koto Alam, yaitu sungai Ai Godang dan sungai Ai Koto Lamo, serta beberapa anak sungai seperti Ai Tua’an, Ai Tosan, Ai Ateh, Ai Lubuk Pangau, dan lain-lain.


Ai Koto Lamo
Juga terdapat beberapa bukit: Bukik Sanggu, Bukik Lawa, Bukik Gadi, Bukik Cawan, Bukik Cawang, Bukik Palo Tada, dan lain-lain.

bukik cawan
Semua masyarakat Koto Alam adalah suku Minangkabau dan penganut Islam. Terdapat lima suku: suku Pitopang, suku Piliang, suku Bodi, suku Chaniago, dan suku Malayu. Masyarakat Koto Alam menggunakan bahasa Minangkabau yang logatnya lebih ke bahasa Ocu (Melayu Riau). Mereka sebagian besar bekerja sebagai petani gambir/karet (mangampo/motong) atau bersawah, yang lainnya berkebun, buruh tani, PNS (guru), ustadz/juru dakwah/guru ngaji, dukun, tukang urut, sopir, jualan, pencari batu, wiraswasta, dan merantau.


sawah koto alam
Mereka adalah masyarakat ekonomi kelas menengah kebawah, serta masih jauh dari kesejahteraan, dimana terdapat banyak keluarga miskin, anak yatim/piatu, dan pengangguran pemuda. Pendidikan masyarakat paling tinggi adalah setaraf S1, atau mungkin ada S2. Para pelajar tingkat menengah (SMP/SMA) banyak bersekolah di wilayah Payakumbuh dan Pangkalan. Yang pendidikan tinggi di wilayah Padang, Pekanbaru, Medan, Payakumbuh, Bukittinggi, Jawa, dan lain-lain di daerah Sumbar.
Hasil alam di Koto Alam bermacam ragam, yaitu: gambir, karet, padi, durian, pauh (mangga/kweni dan sejenisnya), rambutan, jambu, duku (langsat), ‘tungou’, ‘jontiktan’ (klengkeng), ‘cik toghok’ (biji buah pohon terap yang direndang), kayu bakar, rotan, sayur-sayuran, dan lain-lain.

durian koto alam
Juga terdapat hewan-hewan buruan seperti rusa, kijang, kancil, landak, ikan, dan burung.

Ikan Gamak Koto Alam
Dan hewan-hewan lain seperti siamang, kera, monyet, orang utan, babi, ular, biawak, musang, berang-berang, beruang, harimau, kelelawar, kalong, enggang, walet, dan lain-lain. Hewan-hewan ternak: ayam, itik, kambing, kerbau, sapi, ikan. Hewan peliharaan: kucing, anjing, burung.
Saat ini jalan desa di Koto Alam telah diaspal betondari Simpang Tigo sampai ke Jorong Koto Ronah, serta sedang dibangun sebuah jalan lintas baru melewati Jorong Koto Ronah dari arah Pangkalan.

Peresmian Jalan Baru Jorong Koto Ranah Kenagarian Koto Alam Oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota Bapak Irfendi Arbi dan Camat Kecamatan Pangkalan Koto Baru dan juga Kepala PMN Limapuluh Kota Bapak Jawirianto beserta FasKab,FK/FT, UPK dan Kader-kader
Fasilitas umum lainnya adalah gedung serbaguna yang terdapat di Jorong Simpang Tigo. Lain-lainnya koperasi masyarakat, heler, pengadaan air PAM, dan sebagainya.


